Kue tradisional Kamboja memiliki keunikan dan cita rasa khas yang memikat banyak orang, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Setiap daerah di Kamboja memiliki berbagai jenis kue dengan bandito bahan-bahan yang mudah ditemukan, namun memiliki teknik pembuatan yang penuh tradisi dan cerita. Kue-kue ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang kaya akan sejarah. Jika Anda penasaran dengan berbagai macam kue tradisional Kamboja, berikut adalah beberapa yang patut dicoba dan dikenali!
1. Num Banh Chok (Nasi Kue)
Num Banh Chok adalah salah satu kue tradisional Kamboja yang paling populer dan sering dijadikan sarapan. Kue ini terbuat dari mie beras tipis yang disajikan dengan kuah kaldu ikan yang segar dan aromatik. Meskipun mirip dengan hidangan mie lainnya, kuahnya yang terbuat dari rempah khas Kamboja memberikan cita rasa yang unik. Biasanya, Num Banh Chok disajikan dengan tambahan sayuran segar, daun selada, dan bumbu seperti daun mint dan kemangi. Ini adalah makanan yang sangat populer di kalangan masyarakat Kamboja.
2. Num Samai (Kue Beras Ketan dengan Kelapa)
Num Samai adalah kue tradisional Kamboja yang terbuat dari beras ketan dan kelapa parut. Kue ini memiliki tekstur kenyal dan manis, serta aroma kelapa yang menggugah selera. Biasanya, Num Samai dimasak dengan cara dikukus dalam daun pisang, memberikan rasa khas yang lembut dan nikmat. Kue ini sering dijadikan makanan penutup atau camilan dalam berbagai acara tradisional.
3. Kuy Teav (Kue Beras Gulung)
Kuy Teav adalah kue tradisional yang terbuat dari adonan tepung beras yang digulung dan diisi dengan kelapa parut. Kue ini memiliki rasa manis yang lembut, cocok untuk camilan ringan. Kuy Teav sering ditemukan di pasar-pasar tradisional di Kamboja dan biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut di atasnya. Keunikan dari kue ini adalah teksturnya yang kenyal dan rasa manis alami dari kelapa.
4. Num Kachay (Kue Singkong Kukus)
Num Kachay adalah kue yang terbuat dari singkong yang diparut halus, dicampur dengan gula kelapa, dan kemudian dikukus hingga matang. Kue ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis alami dari singkong dan gula kelapa. Num Kachay sering disajikan pada berbagai perayaan dan upacara tradisional. Kue ini juga merupakan pilihan camilan yang sehat, karena terbuat dari bahan alami dan kaya akan serat.
5. Banh Chao (Kue Pancake Kamboja)
Banh Chao adalah kue tradisional yang mirip dengan pancake namun memiliki isian yang lebih beragam. Kue ini terbuat dari adonan tepung beras yang digoreng hingga renyah dan diisi dengan berbagai bahan seperti sayuran, daging, atau bahkan udang. Setelah matang, Banh Chao biasanya disajikan dengan saus ikan atau saus kacang yang khas, memberikan rasa gurih yang nikmat.
6. Num Krok (Kue Kecil dari Tepung Beras)
Num Krok adalah kue kecil yang terbuat dari tepung beras yang dipanggang di atas api. Kue ini memiliki bentuk bulat kecil dan lapisan luar yang renyah, sementara bagian dalamnya lembut dan kenyal. Num Krok sering ditemukan di pasar-pasar tradisional dan menjadi camilan yang disukai banyak orang. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang unik menjadikan kue ini pilihan yang sempurna untuk menemani waktu santai.
7. Prahok (Pasta Ikan Fermentasi)
Meskipun tidak sepenuhnya bisa dikategorikan sebagai “kue,” Prahok adalah makanan khas Kamboja yang juga sering dijadikan bahan tambahan dalam berbagai hidangan. Prahok terbuat dari ikan yang difermentasi dan digunakan sebagai bumbu untuk berbagai jenis makanan, termasuk kue tradisional. Meskipun rasanya cukup kuat dan khas, Prahok menjadi salah satu bahan penting dalam masakan tradisional Kamboja.
8. Sangkhya L’khor (Kue Labu Manis)
Sangkhya L’khor adalah salah satu jenis kue yang terbuat dari labu kunir yang dimasak dengan campuran santan dan gula kelapa, kemudian dikukus hingga matang. Kue ini memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut, sangat disukai pada acara-acara tertentu, terutama selama festival atau perayaan.